Friday, June 5, 2009

Keutamaan Hari Jum'at

KEUTAMAAN HARI JUM’AT
Keutamaan Hari Jum’at di antaranya adalah;
1. Jum’at adalah hari terbaik. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya pada hari Jum’at terdapat waktu mustajab bila seorang muslim melaksanakan shalat dan memohon sesuatu kepada Allah SWT pada waktu itu, niscaya Allah akan mengabulkannya. Rasulullah SAW mengisyaratkan dengan tangannya menggambarkan sedikitnya waktu itu.” (HR. Muttafaqun Alaih)

2. Waktu mustajabnya doa. Ibnu Qayyim Al Jauziyah setelah menjabarkan perbedaan pendapat kapan waktu itu mengatakan, “Diantara sekian banyak pendapat, ada dua yang paling kuat, sebagaimana ditunjukkan dalam banyak hadis yang shahih, pertama, saat duduknya khatib sampai selesainya shalat. Kedua, sesudah Ashar, dan ini adalah pendapat yang terkuat dari dua pendapat tadi (Zadul Ma’ad Jilid I/389-390).

3. Bersedekah pada Hari Jum’at lebih utama dibanding bersedekah pada hari-hari lain. Ibnu Qayyim berkata, “Sedekah pada hari itu dibandingkan dengan sedekah pada enam hari lainnya laksana sedekah pada bulan Ramadhan dibanding bulan-bulan lainnya.” Rasulullah SAW bersabda, “Dan sedekah pada hari itu lebih mulia dibanding hari-hari selainnya.” (HR. Muttafaqun Alaih).

4. Hari Jum’at merupakan Hari Besar pekanan yang berulang bagi umat Islam. Rasulullah SAW bersabda, “Hari ini (Jum’at) adalah hari besar yang Allah tetapkan bagi umat Islam, maka siapa saja yang hendak menghadiri shalat Jum’at sebaiknya mandi terlebih dahulu…” (HR. Ibnu Majah)

5. Hari Jum’at merupakan hari dihapuskannya dosa-dosa. Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang mandi pada Hari Jum’at, bersuci sesuai kemampuan, merapikan rambutnya, memakai parfum, lalu berangkat ke masjid, dan masuk masjid tanpa melangkahi di antara dua orang untuk dilewatinya, kemudian shalat sesuai tuntunan dan diam tatkala imam berkhutbah, niscaya diampuni dosa-dosanya di antara dua Jum’at.” (HR. Bukhari)

6. Orang yang berjalan untuk shalat Jum’at akan mendapat pahala dari setiap langkahnya, setara dengan pahala ibadah satu tahun shalat dan puasa. Rasulullah SAW mengatakan bahwa siapa yang mandi pada Hari Jum’at, lalu bersegera berangkat menuju masjid, dan menempati shaf terdepan kemudian dia diam, maka setiap langkah yang dia ayunkan mendapat pahala puasa dan shalat selama satu tahun, dan itu adalah hal yang mudah bagi Allah.

7. Seorang muslim yang wafat pada siang atau malam Jum’at berarti dia mendapatkan khusnul khatimah, yaitu terbebas dari azab kubur. Nabi SAW bersabda, “Setiap muslim yang mati pada siang hari Jum’at atau malamnya, niscaya Allah akan menyelamatkannya dari azab kubur.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
Hadits tambahan
"Barang siapa pergi (ke masjid untuk salat jum'at) pada awal waktu, maka seolah ia menyerahkan seekor unta kepada Allah. Barang siapa pergi pada waktu kedua, maka seolah ia menyerahkan seekor sapi kepada Allah. Barang siapa pergi pada waktu ketiga, maka seolah ia menyerahkan seekor biri-biri jantan kepada Allah. Barang siapa pergi pada waktu keempat, maka seolah ia menyerahkan seekor ayam kepada Allah. Barang siapa pergi pada waktu kelima, maka seolah ia menyerahkan sebutir telur kepada Allah. Bila imam tampil (untuk berkhutbah), maka lembar-lembar catatan tergulung, pena-pena diangkat, dan para malaikat (yang menuliskan nama-nama orang di atas lembaran-lembaran itu) berkumpul di dekat mimbar mendengarkan pujian bagi Allah (yang diucapkan oleh sang imam).

Apabila kita telah memasuki masjid, ambillah tempat pada shaf pertama. Jika jamaah telah berkumpul, janganlah melangkahi leher-leher mereka dan jangan berlalu di depan mereka ketika mereka sedang berdoa atau salat. Ambillah tempat di dekat dinding atau pilar sehingga orang tak berlalu di depan kita. Janganlah kita duduk sebelum kita menunaikan salat tahiyyat masjid. Yang terbaik adalah empat rakaat, dan pada setiap rakaat bacalah surat Al-Ikhlas lima puluh kali. Ada sebuah hadis yang mengatakan bahwa barang siapa yang melakukan hal ini, maka ia takkan mati sebelum diperlihatkan kepadanya tempatnya di surga. Jangan tinggalkan salat tahiyyat masjid meski imam sedang berkhutbah. Disunahkan, pada rakaat ke empat dari salat tahiyyat masjid ini, membaca Surah Al-Baqarah, Surah Al-Kahfi, Surah Thaha, dan Surah Yasin. Jika kita tidak mampu membaca surah-surah panjang ini, maka bacalah Surah Yasin, Surah Al-Dukhan, Surah Alif Lam Al-Sajda dan Surah Al-Mulk. Bacalah (empat) surah (yang disebutkan terakhir) ini pada malam Jum'at, sebab banyak pahala di dalamnya. Barang siapa yang tak dapat melakukan hal ini, maka hendaknya ia membaca Surah al-Ikhlas banyak kali dan bershalawat atas Rasulullah saw., khususnya pada hari Jum'at.

Bila imam sedang menuju mimbar untuk berkhutbah bersama dengan dikumandangkannya adzan, maka janganlah menunaikan salat sunah apapun dan jangan berbicara sedikitpun apalagi ngobrol, tetapi jawablah seruan sang muadzdzin, dengarkanlah khutbah sang imam dan terimalah nasihatnya.

Khutbah jum'at merupakan salah satu rangkaian dalam ibadah jum'at, dan sangat menentukan sah dan tidaknya ibadah itu. Kita dapat menyimak penegasan Nabi Muhammad saw. :

"apabila kamu berkata kepada temanmu, 'diamlah !' pada hari Jum'at, sementara imam sedang berkhutbah, maka sungguh kamu telah sia-sia (jum'atmu)." (HR Muslim)
Dalam hadist yang lain Rasulullah shalallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Perbanyaklah oleh kamu shalawat kepadaku pada hari Jum’at dan malam Jum’at, karena barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali (shalawat saja), niscaya Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Baihaqi dan dihasankan oleh Syaikh Albani).

Comments :

1

tes komentar.. bahwa memang hari jum'at banyak memilki keutamaan.. hehe

Eko Novianto said...
on 

Post a Comment